Tempe merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang sangat populer. Namun, untuk mendapatkan tempe yang berkualitas tinggi, proses fermentasi dengan bakteri sangatlah penting. Kualitas tempe sangat dipengaruhi oleh proses fermentasi yang dilakukan dengan benar.
Menurut Pakar Pangan dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Made Astawan, M.Si, “Fermentasi tempe dengan bakteri memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tempe. Bakteri yang digunakan harus dipilih dengan baik agar proses fermentasi berjalan lancar dan menghasilkan tempe yang enak dan bergizi.”
Salah satu cara meningkatkan kualitas tempe melalui fermentasi dengan bakteri adalah dengan menggunakan starter kultur yang berkualitas tinggi. Starter kultur yang baik akan membantu proses fermentasi tempe menjadi lebih efisien dan menghasilkan tempe yang lebih baik.
Selain itu, kontrol suhu dan kelembaban selama proses fermentasi juga sangat penting. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. I Wayan S. Darmawan, M. Si dari Universitas Udayana, suhu dan kelembaban yang tepat akan mempengaruhi aktivitas bakteri dalam fermentasi tempe sehingga menghasilkan tempe yang lebih berkualitas.
Selain itu, pemilihan kedelai yang baik juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas tempe. Kedelai yang berkualitas tinggi akan menghasilkan tempe yang lebih enak dan bergizi. Menurut Ahli Gizi dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. I Made Artha, M.Sc, “Kedelai yang baik harus dipilih yang masih segar dan berkualitas tinggi agar tempe yang dihasilkan juga berkualitas tinggi.”
Dengan melakukan proses fermentasi tempe dengan bakteri yang baik, menggunakan starter kultur yang berkualitas tinggi, mengontrol suhu dan kelembaban dengan baik, serta memilih kedelai yang berkualitas tinggi, kualitas tempe yang dihasilkan akan semakin baik. Jadi, jangan ragu untuk mencoba cara ini untuk meningkatkan kualitas tempe yang Anda buat!