Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai yang difermentasi. Proses fermentasi adalah tahap penting dalam pembuatan tempe karena memberikan rasa dan tekstur khas pada makanan ini. Namun, seberapa lama seharusnya kita melakukan fermentasi tempe untuk mendapatkan hasil yang lezat?
Mengetahui durasi fermentasi tempe yang tepat adalah kunci untuk menghasilkan tempe yang enak dan bergizi. Menurut para ahli, durasi fermentasi tempe sebaiknya dilakukan selama 24-36 jam. Hal ini disebabkan karena selama proses fermentasi inilah bakteri asam laktat akan mengubah karbohidrat dalam kedelai menjadi asam laktat, yang memberikan rasa asam dan tekstur kenyal pada tempe.
Pakar nutrisi, Dr. Fitriani, menjelaskan bahwa durasi fermentasi yang tepat juga akan mempengaruhi kandungan nutrisi dalam tempe. “Fermentasi yang terlalu singkat dapat membuat tempe terasa mentah dan kandungan nutrisinya tidak optimal. Sebaliknya, fermentasi yang terlalu lama dapat membuat tempe terlalu asam dan teksturnya tidak enak,” ujar Dr. Fitriani.
Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor juga menunjukkan bahwa durasi fermentasi tempe yang tepat dapat meningkatkan kandungan antioksidan dan zat gizi lainnya. “Kami menemukan bahwa tempe yang difermentasi selama 24-36 jam memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi daripada tempe yang difermentasi dalam waktu yang lebih singkat,” kata Prof. Budi, salah satu peneliti dari IPB.
Jadi, bagi para pembuat tempe di rumah, penting untuk mengetahui durasi fermentasi yang tepat agar bisa mendapatkan tempe yang lezat dan bergizi. Jangan lupa untuk memperhatikan suhu dan kelembaban selama proses fermentasi agar hasilnya maksimal. Dengan mengetahui durasi fermentasi yang tepat, kita dapat menikmati tempe yang enak dan sehat di meja makan kita.